Template Putih

Saya suka sekali template blog yang berwarna putih. Backgroundnya putih tanpa ada gambar. Rasanya lebih segar, lebih bersih dan lebih rapi.

Tadinya background blog ini berwarna abu-abu. Saya sedikit risih melihatnya. Kemudian warnanya saya ganti dengan warna putih. Font-nya saya ubah ke Verdana. Kabarnya font Verdana cocok untuk website.

Hasilnya, tampilan blog ini jadi lumayan lebih segar, bersih dan rapi. Postingnya juga enak dibaca. Saya jadi ingat template White as Milk buatan Azeem Azeez, tempate yang paling lama saya pakai.

Jaringan Internet Kandas

Jaman sekarang internet itu sangat penting. Kalau tidak ada internet, rasanya seperti burung dalam sangkar. Tidak bisa kemana-mana dan tidak bisa juga berbuat apa-apa. Kerjaan cuma bisa mutar-mutar saja dalam sangkar.

Kalau ada internet, rasanya seperti mendapatkan kesempatan terbang bebas. Bisa terbang menjelajah dunia. Bisa berkomunikasi dengan teman-teman yang entah dimana mereka berada. Kita bisa tahu apa saja yang kita tidak tahu. Pokoknya kita bisa semuanya.

Tapi sebenarnya banyak juga kelemahan adanya internet. Mungkin lebih banyak lagi daripada kelebihannya. Tapi saya malas menyebutkannya satu per satu. Soalnya kelemahannya itu hanya untuk orang-orang yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dalam menggunakan internet. (Kadang-kadang termasuk saya juga sih, hehe...)

Kalau ingin tahu juga apa saja kelemahan internet, coba cari saja jawabannya di internet. :)

Sandiwara Perpisahan

Seperti hal panggung sandiwara, kehidupan saya juga seperti itu. Saya memainkan peran dalam drama kecil dari milyaran drama yang sedang tayang di atas bumi ini saat ini.

Walau hanya memainkan cerita kecil, namun dalam pandangan mata saya, saya adalah pemeran utamanya. Orang lain yang ada di sekeliling saya adalah pemeran pembantu. Saya dan mereka memainkan peran sesuai fungsi dan karakter masing-masing.

Dalam drama ini, ada satu hal yang mesti selalu saya pahami. Yaitu, ketika seorang pemeran pembantu pergi dan tidak pernah kembali lagi, bukan berarti drama kehidupan saya telah selesai. Karena sebenarnya kepergiannya adalah sesuatu hal biasa terjadi. Itu hanyalah perpisahan biasa. Kepergiannya tidak akan mempengaruhi peran saya sebagai pemeran utama. Drama tetap dilanjutkan.

Jadi ketika mereka pergi, maka biarkanlah mereka pergi. Mungkin itulah skenario yang harus mereka mainkan. Peran mereka dalam cerita saya telah selesai. Saya harus terus melanjutkan peran saya.

Bersama Menumpuk Dosa

Hidup di dunia ini tidaklah sulit. Kita hanya tinggal melakukan kegiatan apa yang kita sukai. Baik dan buruknya adalah nomor dua.

Kita semua tahu bahwa mencela itu tidak baik. Kita juga tahu membicarakan kejelekan orang lain juga tidak baik. Kita juga tahu memfitnah itu lebih kejam dari membunuh. Kita paham bahwa kegiatan-kegiatan seperti akan membuat kita bertambah berdosa.

Tapi harus bagaimana lagi, semua itu adalah kegiatan-kegiatan yang kita sukai. Jadi tak perlu lagi kita pikirkan baik buruknya.

Sudahlah, kita kan termasuk orang-orang barisan sakit hati yang malas dalam berpikir. Jadi tak usah terlalu dipikirkan. Mari kita lanjutkan kegiatan buruk itu bersama-sama. Mari menumpuk dosa secara berjamaah.

Saya rasa banyak yang berminat menjadi imamnya.

Dunia Tanpa Tanah

Banyak orang bilang bahwa bumi kita ini semakin lama semakin sempit. Makanya tanah semakin sulit dicari. Harganya semakin lama semakin mahal.

Tapi buat apa tanah yang kita pikirkan. Kita hidup di dunia ini bukan untuk membeli tanah.

Sesungguhnya sempitnya hidup disebabkan oleh sempitnya jiwa. Sempitnya dunia bila dijalani dengan hati yang lapang, maka hidup kita akan semakin lapang. Begitu juga sebaliknya.

Kita hidup di atas dunia kita penuh dengan paradok. Mata kepala sering kali melihat fatamorgana. Kita sering kali tertipu.

Sesekali cobalah untuk menutup mata kepala. Bukalah mata hati. Kemudian akan terlihat seberkas cahaya. Cahaya tersebut akan menyinari sebuah dunia yang sangat lapang. Kita bisa hidup di sana tanpa harus membeli tanah.

Misteri Rahasia Alam Semesta

Tidak menarik hidup di dunia jika alam semesta tidak memiliki misteri. Hidup akan terasa hampa, tidak ada tujuan dan tidak ada semangat.

Dan tidak menarik juga hidup di dunia apabila alam semesta sudah memiliki lautan misteri namun kita malas mengarunginya.

Keindahan terbesar di atas dunia ini adalah ketika alam semesta membuka rahasianya untuk manusia. Lihat saja ketika Archimedes yang sedang menceburkan diri ke dalam bak mandi menemukan cara menghitung volume sebuah mahkota milik seorang raja. Ia kemudian berteriak keluar rumah kegirangan sampai lupa bahwa ia dalam keadaan telanjang bulat.

Alam semesta akan dengan senang hati membeberkan rahasianya bila saja manusia mau berusaha untuk membukanya. Oleh karena itu janganlah malas. Berkonsentrasilah, berkhayallah, berimajinasilah, melangkah dan bertindaklah. Bukalah lembaran-lembaran misteri rahasia alam semesta. Buatlah hidup di dunia menjadi indah dengan misteri-misteri tersebut.

Cinta Dunia

Cinta dunia..

Mungkin dua kata di atas hanya dikenal dan dipahami oleh orang-orang yang alim saja. Orang awam seperti saya kurang populer dengan bahasa seperti itu.

Bagaimanakah cinta dunia itu? Persisnya saya kurang tahu. Saya pikir, cinta dunia itu adalah seperti Dobby Gollum dalam cerita Lord of The Ring. Ketika ia mendapatkan sebuah cincin, dia merasa bahwa cincin yang ia temukan itu adalah miliknya sepenuhnya. Ia tidak mau melepaskannya. Ia tidak mau orang lain menyentuhnya, apalagi mengambilnya. Akhirnya ia kehilangan akal sehat karena tergila-gila dengan cincin tersebut. Fisiknya berubah dari manusia menjadi makhluk aneh yang bukan lagi manusia.

Mungkin seperti itulah cinta dunia. Kita menjadi kehilangan akal sehat dibuatnya. Walaupun tidak berubah wujud seperti Dobby Gollum, tetapi jiwa kita bisa dibuatnya menjadi jiwa yang bukan jiwa manusia lagi.

Jika ingin memiliki jiwa yang sehat dan bersih, maka lepaskanlah cinta dunia. Kehidupan di dunia ini fana dan sementara. Semua yang ada di dunia akan segera kita tinggalkan. Hanya jiwa yang bersihlah yang bisa kita andalkan untuk menuju kehidupan yang kekal abadi nantinya.

Tentang Rezeki

Rezeki itu bukan masalah uang. Rezeki itu juga bukan masalah harta. Rezeki itu adalah tentang kebahagiaan. Orang yang punya banyak uang belum tentu bahagia. Orang yang memiliki harta berlimpah juga belum tentu bahagia.

Selama ini kita sering berpikir bahwa rezeki itu adalah uang. Rezeki dan uang sangatlah berbeda. Rezeki tidak bisa dicuri, sedangkan uang bisa dengan mudahnya dicuri.

Selama ini, pikiran kita sering salah tentang konsep rezeki. Mulai sekarang perbaikilah pemahaman kita. Buanglah jauh-jauh pikiran yang salah tentang rezeki.

Yang merupakan rezeki adalah kebahagian, dan kebahagiaan itu tidak bisa dicuri. Jadi, tidak akan ada seorang yang bisa mencuri rezeki kita. Jangan pernah takut rezeki tidak sampai ke tangan kita. Apa yang seharusnya milik kita pasti akan kembali juga kepada kita, walaupun orang lain susah payah menahannya, dan apa yang bukan milik kita pasti akan segera menjauh dari kita, walaupun kita telah susah payah menyimpannya.

Kalau hari ini kita mendapatkan rezeki, mungkin karena kemarin kita membantu orang lain. Atau mungkin kita memaafkannya. Atau mungkin itu sudah ditakdirkan oleh yang Maha Kuasa. Kalau kita tidak mendapat rezeki, maka bersabarlah.

Lebih Baik Diam

Mulut adalah bagian tubuh yang sulit dijaga. Mulut sering mengeluarkan kata-kata seenaknya. Kata-kata yang dikeluarkan sering tanpa proses cerna olah pikir terlebih dahulu. Akibatnya, kata-kata yang keluar dari mulut sering menyinggung perasaan orang lain.

Oleh karena itu, saat ini saya mencoba untuk lebih banyak diam. Jika saya ingat-ingat kembali kata-kata yang pernah saya ucapkan ternyata banyak kata-kata tersebut yang tidak ada manfaatnya. Banyak dari kata-kata tersebut adalah kata-kata kotor yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Saya sering tidak tidak memikirkan dulu kata-kata tersebut sebelum saya ucapkan.

Mulai sekarang, sebelum mengeluarkan kata-kata dari mulut ini, saya akan memikirkannya terlebih dahulu apakah kata-kata tersebut pantas saya ucapkan atau tidak. Memang pada awalnya agak sulit saya terapkan karena saya belum terbiasa. Namun saya yakin, setelah dilakukan berulang kali, maka akan saya akan terbiasa dan semakin mudah.

Belajar Merendah

Belajarlah merendah, sehingga tak seorang pun akhirnya bisa merendahkanmu.

Begitulah kira-kira sepotong kata bijak yang pernah saya dengar. Lengkapnya saya kurang hapal dan saya juga kurang tahu siapa yang mengarangnya.

Awalnya saya kira kata-kata tersebut hanya kata-kata yang biasa-biasa saja. Kata-kata bijak yang dengan mudahnya dikarang tanpa dipahami maknanya terlebih dahulu.

Namun ketika maknanya saya pahami lebih dalam, saya temukan bahwa kata-kata tersebut mengandung arti yang sangat dalam. Jika maksud dari kata bijak tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka bisa melembutkan hati orang yang menerapkannya dan menghapus sifat angkuh dan sombong yang ada di hatinya.

Sikap angkuh dan sombong adalah akar dari banyak prilaku buruk. Oleh karena itu harus kita buang jauh-jauh. Sifat angkuh dan sombong sangat mudah muncul di dalam hati. Sifat ini bisa saja muncul walaupun seseorang telah menjaga hatinya dengan baik. Apalagi jika seseorang tidak menjaga hatinya dengan baik. Tentu sifat ini bisa semakin membesar, selanjutnya bisa mengotori hati, memperburuk tutur kata dan prilaku.

Kata orang bijak, hati dan pikiran bekerja seperti parasut, ia tidak akan bekerja dengan baik ketika ia tidak terbuka. Jadi kita harus membukanya, tetapi bagaimana caranya? Caranya adalah dengan belajar merendah. Dengan merendah, hati dan pikiran kita akan terbuka otomatis.

Janganlah kita menjadi orang yang angkuh tinggi hati. Ibarat air yang tidak akan pernah mengalir ke tempat yang tinggi, begitu juga dengan ilmu yang juga tidak akan mengalir kepada orang yang angkuh dan tinggi hati.