Archive for the ‘Pengembangan Diri’ Category

Sukses Ala Negeri Lima Menara

Sunday, August 29th, 2010

Novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi memang penuh inspirasi. Banyak pelajaran yang dapat diperoleh dari novel tersebut. Salah satunya adalah bagaimana caranya agar kita bisa sukses. Menurut Novel Negeri Lima Menara ada dua hal yang paling penting dalam mempersiapkan diri untuk sukses.

1. Going to extra miles

Tidak menyerah dengan rata-rata. Bila orang belajar 1 jam, ia akan belajar 5 jam. Kalau orang berlari 2 kilo, ia berlari 3 kilo. Lebihkan segala usaha, waktu, upaya, tekad, dan sebagainya dari orang lain.

2. Tidak boleh membiarkan unsur dari luar mempengaruhi diri.

Oleh apapun, siapapun dan suasana bagaimanapun. Artinya jangan mau marah, sedih, kecewa dan takut karena ada faktor luar. Kita yang berkuasa terhadap diri kita sendiri. Jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan tapi kita punya pilihan untuk takut atau tetap tegar.

2

Usaha dan Doa

Friday, August 27th, 2010

Mesih merenungkan dan percaya bahwa hanya dengan usaha dan doa kita dapat menuju kesuksesan. Jadi mau menunggu apalagi cepatlah bergerak, tenangkan hati, tenangkan jiwa.

Semua masalah dapat di atasi dengan usaha dan doa. Tidak ada beban yang tidak sanggup kita pikul, tidak ada masalah yang tidak bisa kita pecahkan. Semua ujian hidup pasti dapat kita hadapi. Dan hanya dengan usaha dan doa.

0

Menghilangkan Rasa Malas

Wednesday, August 25th, 2010

Malas sangat merugikan kita. Karena malaslah kesempatan-kesempatan yang baik hilang dengan percuma. Dan kesempatan yang telah datang tersebut tidak akan pernah datang lagi. Jadi segera usirlah rasa malas tersebut.

Cara mengatasi rasa malas adalah dengan menegakkan disiplin terhadap diri sendiri. Mendisiplinkan diri sendiri bagi orang yang biasa malas sangatlah sulit. Untuk mendisiplinkan diri jangan biasakan untuk santai di dalam jam kerja.

0

Mencegah Pekerjaan Menumpuk

Tuesday, August 24th, 2010

Saat ini pekerjaan kantor banyak sekali. Semua pekerjaan tersebut punya deadline yang mendesak. Inilah akibat dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dan malas mengerjakan pekerjaan tersebut di awal. Maunya hanya mengerjakan pekerjaan jika jadwal sudah mulai mepet. Akhirnya sekarang harus jungkir balik mengerjakannya.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak mungkin untuk dihindari karena pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab. Pekerjaan tersebut harus dihadapi dengan mengerjakannya satu persatu. Perlahan tapi pasti semua pekerjaan tersebut akan selesai tepat waktu. Namun pikiran harus dikendalikan. Jangan sampai menumpuknya pekerjaan tersebut menjadi beban pikiran yang menghambat penyelesaian pekerjaan.

Dari pengalaman ini semoga kebiasaan menunda-nunda pekerjann tidak akan terulangi lagi.

0

Mempertahankan Konsentrasi

Monday, August 23rd, 2010

Hari ini saya sudah mencoba mempertahankan konsentrasi. Namun gangguan konsentrasi ternyata banyak sekali. Akibat dari gangguan tersebut konsentrasi yang belum lama terbentuk akhirnya buyar seketika.

Gangguan konsentrasi ada dua bentuk. Yang pertama gangguan dari dalam, yaitu keinginan yang sulit ditundukkan. Gangguan ini disebabkan karena penguasaan diri yang kurang baik. Kedua, gangguan dari luar. Misalnya dari orang lain yang tidak sengaja membuat konsentrasi kita menjadi buyar.

Gangguan dari dalam dapat dihindari dengan mengatakan tidak untuk semua kegiatan-kegiatan yang yang tidak berguna. Sedangkan gangguan dari luar memerlukan cara yang lebih kreatif untuk menghindarinya.

0